My Story : Seleksi Administratif & Online Assesment – LPDP Part 1-

My Story : Seleksi Administratif & Online Assesment – LPDP Part 1-

Oleh : Nadya (Mentor Klikcoaching)

Disclaimer : Artikel ini berisi tentang pengalaman pribadi penulis saat

mengikuti seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) LPDP program Magister tujuan Luar Negeri tahun 2017. Konten dari tulisan ini murni pengalaman pribadi penulis yang bersifat subyektif sehingga pengalaman tiap awardee bisa bervariasi satu sama lain. 

Mengenal Beasiswa LPDP Lebih Dekat

Diawali dengan UU No. 2 Tahun 2010 tentang APBN-P 2010 mengenai mekanisme pengelolaan dana abadi (endowment fund) untuk dana pengembangan pendidikan nasional, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau kerap disingkat menjadi LPDP ditetapkan sebagai instansi pemerintah non eselon berbentuk Badan Layanan Umum yang berada di bawah Kementrian Keuangan bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Salah satu program beasiswa LPDP yang peminatnya mencapai angka ribuan per tahun adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia Program Magister tujuan Luar Negeri. Tidak hanya menarik perhatian para fresh graduate, program ini juga banyak diikuti oleh kalangan profesional muda, masyarakat sipil hingga aparatur negara yang ingin meningkatkan kemampuan akademis mereka.

Terdapat beberapa persyaratan teknis maupun non-teknis yang harus dipenuhi oleh peserta seleksi agar bisa lolos seluruh tahapan seleksi LPDP. Persyaratan tersebut sangat berpengaruh dalam penentuan lolos tidaknya peserta ke tahap selanjutnya. Beberapa persyaratan tersebut antara lain :

  • Program studi yang diminati merupakan salah satu dari 11 sasaran bidang ilmu prioritas atau 17 tema prioritas LPDP
  • Perguruan tinggi yang diminati merupakan salah satu dari daftar perguruan tinggi tujuan LPDP (Daftar tahun 2017 : http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/wp-content/uploads/2017/02/Daftar-Perguruan-Tinggi-Tujuan-LPDP-tahun-2017.pdf)
  • Berusia di bawah 35 tahun saat melakukan pendaftaran
  • Memiliki IPK minimal 3,00. Peserta bisa mendaftar meskipun memiliki IPK di bawah 3,00 dengan syarat telah diterima oleh perguruan tinggi tujuan LPDP dan memiliki Letter of Acceptance (LoA)dari perguruan tinggi tersebut
  • Memenuhi nilai minimal TOEFL iBT atau IELTS atau TOEIC atau sertifikat bahasa lain yang telah ditetapkan oleh LPDP, dll.

 

Persyaratan pendaftaran bisa berubah tiap tahunnya. Untuk jadwal seleksi tahun 2017 dapat dilihat di link di bawah ini :

Untuk persyaratan tahun 2017 dapat dilihat di link di bawah ini :

 

Seleksi Tahap 1 : Seleksi Administratif

Proses pendaftaran beasiswa LPDP dilakukan secara online melalui website resmi LPDP (http://beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/). Dalam website tersebut, peserta seleksi harus membuat akun dengan email pribadi peserta yang akan digunakan sebagai media komunikasi antara peserta dan pihak LPDP. Penting bagi peserta untuk menggunakan email pribadi yang paling sering dan paling mudah diakses agar tidak ketinggalan informasi selama tahapan seleksi. Dalam akun pendaftaran LPDP, peserta diharuskan mengisi data diri, pendidikan terakhir dan informasi keluarga serta memilih program beasiswa, perguruan tinggi tujuan, hingga lokasi wawancara apabila peserta lolos di tahap berikutnya.

Hati-hati dalam mengisi data dalam akun pendaftaran! Peserta hanya bisa memiliki satu akun dengan satu NIK yang akan tercatat dalam sistem pendaftaran LPDP. Selain itu, LPDP juga membatasi kesempatan pendaftaran perorang yaitu hanya 2 kali seumur hidup. Untuk itu, pastikan tidak ada kesalahan dalam pengisian data maupun pelampiran dokumen. Seluruh update mengenai status pendaftaran peserta akan ditampilkan di dalam akun tersebut. Biasanya pihak LPDP akan mengirimkan SMS atau e-mail saat ada informasi baru mengenai status pendaftaran.

Setelah mengisi seluruh data dengan lengkap, peserta lanjut ke step berikutnya yaitu upload scan seluruh persyaratan dokumen secara lengkap. Karena tahap seleksi administratif semua dilakukan secara online dan terkomputerisasi, apabila ada satu saja dokumen yang kurang maka secara sistematis pendaftaran akan gagal. Apa saja dokumen yang perlu disiapkan?

  • Ijazah sarjana S1 (pendaftaran ke program Magister)
  • Transkrip nilai sarjana S1 (pendaftaran ke program Magister)
  • Essay (3 tema)
    1. Rencana Studi
    2. Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya
    3. Essay Sukses Terbesar Dalam Hidupku
  • Sertifikat bahasa asing sesuai bahasa pengantar universitas tujuan
  • Surat pernyataan dengan format dari LPDP yang ditandatangani & bermaterai
  • Surat izin belajar dengan format dari LPDP bagi yang sedang bekerja
  • Surat rekomendasi (akademis atau non-akademis) sesuai format dari LPDP
  • Letter of Acceptance (LoA) Conditionalatau Unconditional dari perguruan tinggi yang termasuk daftar tujuan LPDP
  • Kartu Tanda Penduduk
  • “Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba” & “Surat Keterangan Sehat dan Bebas TBC” yang dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah setempat

Informasi mengenai persyaratan dokumen : http://ndynna.tumblr.com/post/167689135892/my-story-persiapan-dokumen-seleksi-administratif

Selama mempersiapkan dokumen-dokumen di atas, penulis mengalokasikan waktu sekitar 1-2 bulan untuk memastikan bahwa semua dokumen lengkap, sesuai dengan persyaratan LPDP serta cukup untuk merepresentasikan kemampuan dan potensi penulis. Penulis juga sering melakukan konsultasi dan sharing session dengan dosen, awardee LPDP tahun-tahun sebelumnya dan teman sesama organisasi untuk mengenal diri sendiri lebih baik.

Menurut penulis, penting bagi kita mengetahui apa kekurangan dan kelebihan diri sendiri agar kita bisa tahu bidang apa yang cocok untuk kita, bahkan untuk pemilihan jurusan dan profesi di masa depan sekalipun. Berkuliah di luar negeri dengan beasiswa bukanlah hal yang gampang. Persiapan sebelum keberangkatan sangat menguras waktu, dana dan energi, belum lagi tingginya kompetisi antar anak-anak berbakat seantero Indonesia.

Untuk itu, sebelum mantap mendaftar, kenali dirimu lebih dalam, berdoa sesuai keyakinan masing-masing, serta tingkatkan kemampuan akademis dan pengalaman non-akademismu. Rajin membaca blog atau menonton channel youtube pemuda-pemudi yang berhasil kuliah di luar negeri juga akan memotivasi untuk meraih impianmu kuliah di universitas terbaik di luar negeri. Good luck!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *