My Story : Persiapan Dokumen Seleksi Administratif Tahap 1 -LPDP Part 2-

My Story : Persiapan Dokumen Seleksi Administratif Tahap 1 -LPDP Part 2-

oleh : Nadya (Mentor Klikcoaching)

Disclaimer : Artikel ini berisi

tentang pengalaman pribadi penulis saat

mengikuti seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) LPDP program Magister tujuan Luar Negeri tahun 2017. Konten dari tulisan ini murni pengalaman pribadi penulis yang bersifat subyektif sehingga pengalaman tiap awardee bisa bervariasi satu sama lain.

Untuk melengkapi persyaratan pendaftaran online, peserta diharuskan untuk mengupload  beberapa dokumen pendukung pendaftaran di dalam akun pendaftaran resmi LPDP. Pastikan dokumen yang kamu upload sudah dalam format pdf dan bisa dibaca dengan jelas. Di dalam tahap seleksi administratif, kelengkapan dokumen-dokumen tersebut akan dicek oleh sistem. Satu dokumen saja yang miss akan menyebabkan pendaftaran gagal secara otomatis.

Setelah berhasil scan dan upload seluruh dokumen yang diperlukan, simpan dokumen asli karena apabila peserta lolos hingga ke tahap akhir seleksi akan ada verifikasi dokumen yang mewajibkan peserta untuk menunjukkan seluruh copy asli dokumen yang di upload di tahap ini. Dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain :

  • Ijazah sarjana S1 (pendaftaran ke program Magister)

Ijazah sarjana S1 bisa dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris (untuk lulusan sarjana S1 luar negeri).

  • Transkrip nilai sarjana S1 (pendaftaran ke program Magister)

Transkrip nilai sarjana S1 bisa dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris (untuk lulusan sarjana S1 luar negeri). Sesuai peraturan LPDP, peserta wajib memiliki IPK min. 3,00. Namun, peserta dengan IPK di bawah 3,00 juga bisa mendaftar apabila telah diterima dan telah memiliki LoA dari salah satu universitas tujuan program beasiswa LPDP.

Tujuan dari peraturan IPK ini adalah untuk memastikan bahwa calon awardee LPDP dapat bersaing dan dapat diterima oleh perguruan tinggi tujuan luar negeri yang diminati peserta setelah dinyatakan lolos seleksi LPDP. Berdasarkan pengalaman penulis, kebanyakan universitas luar negeri, terutama di UK, memberikan persyaratan min. upper-second class honours (2:1) atau setara dengan IPK min. 3,20 menurut persyaratan dari the University of Edinburgh untuk pendaftaran program magister ke fakultas hukum.

  • Essay (3 tema)

Essay ini terdiri dari 3 tema yang penting untuk menunjukkan motivasi, visi dan misi peserta dalam mengikuti program beasiswa LPDP. Tiap essay terdiri dari 500 hingga 700 kata. Disini, peserta dapat mengelaborasi segala kualitas, kemampuan, potensi dan cita-cita di masa depan apabila peserta lolos seleksi LPDP. Di seleksi tahap akhir, yaitu saat wawancara, peserta akan ditanya kembali oleh interviewer mengenai apa yang telah ditulis dalam rencana studi, baik secara implisit maupun eksplisit. Untuk itu, penting bagi peserta untuk mempersiapkan essay ini secara matang. Peserta boleh menggunakan bahasa indonesia atau bahasa inggris untuk menulis essay. Penulis sendiri membuat essay berbahasa indonesia meskipun ada teman sesama awardee tujuan luar negeri yang membuat essay berbahasa inggris. Ketiga tema essay tersebut adalah :

  • Essay 1 : Rencana Studi 

Di dalam rencana studi, peserta harus mengelaborasikan jurusan, program dan mata kuliah magister yang akan diambil. Disini peserta bisa menjelaskan alasan memilih jurusan dan perguruan tinggi tersebut, program apa yang peserta minati, mata kuliah apa yang akan diambil (cek juga deskripsi mata kuliah, nama profesor hingga jumlah kredit matkul per semester di website jurusan) serta bidang atau tema apa yang peserta akan dalami saat penulisan tesis atau research report di akhir masa studi magister.

Sebagai tambahan, peserta juga bisa menjelaskan background pendidikan peserta mulai dari SMA hingga sarjana S1 untuk menunjukkan konsistensi dan motivasi peserta dalam pemilihan jurusan dan perguruan tinggi. Misalnya, peserta bisa menjelaskan tema skripsi yang diambil saat sarjana S1, judul karya ilmiah remaja atau penelitian yang pernah dilakukan saat SMA, konferensi dan seminar yang pernah diikuti atau kegiatan-kegiatan praktis yang pernah dilakukan dan yang berhubungan dengan jurusan yang diminati.

Berikut adalah contoh beberapa paragraf dalam essay yang penulis lampirkan saat pendaftaran :

Setelah lulus dari SMAN 3 Malang, saya melanjutkan S1 hukum di Université Toulouse 1 Capitole karena saya tertarik untuk mempelajari sistem yuridis internasional. Di tahun terakhir S1, saya lolos tes untuk mengikuti program pertukaran pelajar dengan beasiswa dari Erasmus+ dengan tujuan Galatasaray Üniversitesi, Istanbul. Program tersebut memperbolehkan mahasiswa erasmus+ untuk mengambil mata kuliah lintas jurusan, sehingga saya mengambil beberapa mata kuliah dari jurusan hukum, sosial politik dan hubungan internasional.

Saya berencana untuk melanjutkan pendidikan S2 LLM Human Rights atau Hak Asasi Manusia di University of Edinburgh, Britania Raya. Saya tertarik untuk membuat riset mengenai kondisi hak asasi manusia di Indonesia, khususnya anak-anak, wanita dan imigran atau pengungsi. Saya berharap riset tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai referensi untuk pemerintah dan stakeholders lain dalam peningkatan perlindungan hak asasi di Indonesia.

Program LLM Human Rights di University of Edinburgh mencakup mata kuliah sebagai berikut: Fundamental Issues in International Law; Human Rights and Conflict Resolution; Migration and Refugee Law; Interstate Conflict and Humanitarian Law dan lain-lain. Mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan di atas akan saya gunakan sebagai dasar teori untuk menulis thesis mengenai berbagai praktik dan situasi di Indonesia.

  • Essay 2 : Kontribusiku Bagi Indonesia

Essay kedua ini berisi tentang kontribusi yang telah, sedang dan akan peserta lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas peserta. Karena essay ini mencakup 3 waktu yang berbeda maka usahakan bahwa seluruh kontribusi yang kamu tulis memiliki hubungan yang linear atau sejalan. Di bagian ini, peserta bebas menulis tentang berbagai kegiatan, baik akademis dan non-akademis, yang menunjukkan kompetensi, kemampuan dan minat peserta dalam suatu bidang.

Karena pengertian kontribusi dalam essay ini sangat luas dan umum, peserta memiliki kebebasan untuk menulis apapun yang dirasa sesuai dengan tema. Mulai dari proyek sosial saat kuliah, usaha kecil-kecilan, kegiatan organisasi non-profit, penerbitan buku atau makalah, acara komunitas lokal, partisipasi dalam konferensi atau kompetisi, dan lain sebagainya.

Berikut adalah contoh beberapa paragraf dalam essay yang penulis lampirkan saat pendaftaran :

Tahun 2006, saya memenangkan lomba putri lingkungan hidup yang diadakan oleh organisasi Tunas Hijau dan berkesempatan untuk mewakili Indonesia untuk berbagai kegiatan di luar negeri, seperti student exchange for environmental programme Indonesia-Australia dan TUNZA international environmental conference for children yang diadakan oleh UNEP di Putrajaya, Malaysia. Saya juga aktif mengikuti kompetisi bahasa inggris, Model United Nations, serta mempelajari bahasa asing lainnya demi meningkatkan kemampuan saya dalam membangun koneksi internasional.

Kini saya bertempat tinggal di Istanbul dan aktif dalam beberapa organisasi meliputi partisipasi dalam konferensi pelajar maupun internasional, inisiator dan distributor proyek “Helping Refugees” dan “BarakaBox”, dua program fundraising dan distribusi makanan dan pakaian untuk pengungsi dan orang yang membutuhkan di Istanbul, sebagai co-director untuk Social Impact Summit 2016, finance officer untuk NGO Istanbul&I, komisi pemilihan umum untuk Perhimpunan Pelajar Indonesia di Istanbul, dan lain sebagainya.

Sebelumnya, saya berdomisili di Toulouse, Prancis sebagai pelajar di Université Toulouse 1 Capitole. Selama disana, saya aktif dalam kegiatan PPI Toulouse dan PPI Prancis sebagai wakil ketua badan musyawarah selama dua tahun berturut-turut serta kegiatan Toulouse UNICEF Campus sebagai student volunteer dan fundraiser.

  • Essay 3 : Sukses Terbesar Dalam Hidupku 

Bagian ini merujuk kepada bagaimana peserta mendefinisikan sebuah kesuksesan dalam hidup baik di masa lampau, masa kini maupun masa depan. Tema essay ini sangat subyektif karena tiap orang memiliki pengertian yang berbeda-beda mengenai kesuksesan dalam hidup. Hal ini bisa berupa materi, status sosial, achievement dalam pekerjaan atau pendidikan dan lain-lain.

Ceritakan lebih dalam tentang diri dan pengalaman pribadimu di dalam bagian ini. Tanyakan pada dirimu : Apa yang telah aku lakukan dalam hidupku? Hal apakah yang menurutku penting dalam hidup ini? Apa yang ingin aku lakukan esok, 1 tahun lagi, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi? Apa yang akan membuatku merasa bahagia dan mencapai kesuksesan?

Berikut adalah contoh beberapa paragraf dalam essay yang penulis lampirkan saat pendaftaran :

Saya dilahirkan dari keluarga dokter yang sederhana. Ibu saya bekerja siang malam berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain sesuai dengan keadaan pasien. Ayah saya bekerja dari satu kota ke kota lain sesuai dengan tempat rumah sakit dinas dimana beliau ditempatkan. Semenjak kecil, saya dan adik-adik saya sudah diajarkan untuk bekerja keras tanpa pamrih meskipun harus jauh dari orang yang disayang. Hal yang saya pelajari dari kedua orang tua menginspirasi saya untuk mempelajari bidang sosial. 

Misi utama saya selama tinggal di Istanbul adalah untuk melihat secara langsung kondisi para pengungsi Syria dan anak-anak mereka. Saya mendapat kesempatan untuk bertemu seorang ibu yang dulu bekerja di Syria dan kini tinggal bersama anak-anaknya tanpa mengetahui keberadaan suaminya, seorang anak kecil yang melihat secara langsung bagaimana kakaknya mati di medan perang, dan lain-lain. Kebahagiaan dan rasa syukur yang mereka tunjukkan saat kami mendistribusikan bantuan merupakan salah satu dari pencapaian yang saya rasakan sebagai manusia. 

Kesuksesan yang saat ini sedang saya usahakan belum sepenuhnya tercapai. Saya ingin anak-anak dan wanita Indonesia mampu memanfaatkan potensi dan kemampuan mereka. Salah satu caranya adalah memperbaiki sistem perlindungan HAM sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang sukses dan maju dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya baik di tingkat ASEAN maupun Internasional. 

 

  • Sertifikat bahasa asing sesuai bahasa pengantar universitas tujuan

Banyak sekali lembaga yang menawarkan sertifikat bahasa asing, tapi tidak semua sesuai standard LPDP. Cek keresmian lembaga yang mengadakan ujian sertifikasi bahasa asing sebelum mendaftar. Pastikan juga bahwa pilihan ujian sertifikasi bahasa asing tersebut sesuai dengan persyaratan pendaftaran ke universitas yang kamu tuju.

Kebanyakan universitas di Inggris memberikan persyaratan sertifikat kemampuan bahasa inggris berupa nilai IELTS total min. 7,00 (min. 6,5 per module) atau TOEFL iBT total min. 100 (min. 23 per module).

Persiapan untuk mengikuti ujian sertifikasi bahasa asing biasanya memakan waktu 6 bulan – 1 tahun dan harus dilakukan secara intensif karena tingginya persyaratan nilai minimal untuk kuliah di luar negeri. Secara pribadi, penulis sudah mulai mengikuti kursus bahasa Inggris dan Prancis semenjak duduk di bangku SMP meskipun tidak intensif. Namun, di antara teman-teman sesama awardee banyak juga yang baru mulai belajar bahasa saat lulus kuliah atau sambil bekerja.

Tingkatkan motivasimu dan fokus dalam mempelajari bahasa baru. Ikuti berbagai forum diskusi polyglot dan bahasa asing, tonton film dan drama berbahasa asing dan rajinlah membaca buku berbahasa asing. Tiga hal di atas dapat membantumu untuk meningkatkan kemampuan speaking, listening dan writing secara cepat apabila dilakukan secara terus menerus.

 

  • Surat pernyataan dengan format dari LPDP yang ditandatangain & bermaterai

Untuk seleksi tahun 2017, ada 9 poin yang ditekankan dalam surat pernyataan yaitu bahwa peserta seleksi (1) Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi; (2) Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain; (3) Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila; (4) Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik; (5) Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia; (6) Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; (7) Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP; (8) Tidak mengajukan perpindahan dari Perguruan Tinggi dalam negeri ke Perguruan Tinggi luar Negeri jika mendaftar program beasiswa magister/doktoral di dalam negeri; (9) Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya, apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.

Format surat pernyataan ini bisa berubah dan diperbaharui setiap tahunnya. Peserta dapat mendownload format surat ini dari website resmi maupun buku panduan LPDP.

 

  • Surat izin belajar dengan format dari LPDP bagi yang sedang bekerja

Apabila peserta sedang terikat kontrak kerja saat melakukan pendaftaran, peserta dihimbau untuk melampirkan surat izin belajar yang disetujui dan ditandatangani oleh atasan di kantor. Beberapa peserta memang mendaftar program beasiswa LPDP dengan dukungan dari kantor, namun ada juga yang terpaksa resign karena rencana pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri tidak disetujui oleh atasan.

 

  • Surat rekomendasi (akademis atau non-akademis) sesuai format dari LPDP. 

Surat rekomendasi bisa didapat dari dosen/profesor saat kuliah sarjana S1, atasan atau supervisor di tempat kerja maupun di organisasi. Simpan dokumen asli surat rekomendasi karena pihak LPDP tidak menerima surat rekomendasi berupa scan dokumen apabila peserta lolos seleksi tahap akhir. Surat rekomendasi bisa menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Pastikan bahwa surat rekomendasi tersebut bersifat resmi dengan ditandai oleh kop surat lembaga dan stempel lembaga perekomendasi.

Saat melakukan pendaftaran, penulis melampirkan 3 surat rekomendasi berbahasa Inggris dari 2 profesor saat penulis kuliah S1 di Turki dan 1 project manager yang menjadi koordinator saat penulis bekerja sebagai liaison officer di sebuah forum ekonomi internasional di Jakarta (kebetulan project managernya merupakan dekan di fakultas bahasa & literatur di sebuah universitas swasta terkemuka di Jakarta).

Penulis juga menggunakan surat rekomendasi yang sama untuk mendaftar ke universitas-universitas di Inggris dan tidak ada masalah. Komunikasikan kepada perekomendasi untuk membuat surat rekomendasi secara umum dan tidak spesifik khusus untuk LPDP saja. Bahkan ada beberapa perekomendasi yang meminta kita untuk menulis draft surat rekomendasi lalu beliau hanya tinggal terima jadi dan tanda tangan.

 

  • Letter of Acceptance (LoA) Conditionalatau Unconditional dari perguruan tinggi yang termasuk daftar tujuan LPDP

LoA memang bukan merupakan kewajiban bagi peserta untuk mendaftar beasiswa LPDP. Setelah dinyatakan lolos seleksi, apabila peserta belum memiliki LoA dari universitas tujuan LPDP, peserta akan diberi waktu maksimal 1 tahun setelah pernyataan lolos untuk mendapatkan LoA dari universitas tujuan peserta yang telah terdaftar di sistem LPDP saat melakukan pendaftaran online.

Semenjak perubahan sistem pendaftaran pada tahun 2017, pendaftaran ke luar negeri hanya bisa dilakukan satu kali setahun. Apabila LoA Unconditional belum dilampirkan saat pendaftaran online, ada kemungkinan bahwa peserta baru bisa mengikuti pembelajaran mulai tahun ajaran 2019. Sedangkan apabila  LoA Unconditional sudah dilampirkan saat pendaftaran online, peserta bisa mengikuti pembelajaran mulai tahun ajaran 2018.

Adanya perubahan sistem dan prosedur LPDP tiap tahun mengharuskan peserta untuk selalu mengikuti informasi terbaru mengenai program beasiswa tersebut. Hal ini penting karena ada perbedaan sistem perkuliahan di tiap negara, universitas maupun fakultas. Sesuai dengan pengalaman penulis dan teman-teman awardee lainnya, ada beberapa universitas dan fakultas yang memperbolehkan calon mahasiswa untuk melakukan defer atau menunda tahun ajaran masuk ke tahun setelah pendaftaran dilakukan sebanyak satu kali. Namun, ada juga universitas dan fakultas yang tidak menawarkan fasilitas tersebut.

 

  • Kartu Tanda Penduduk

 

  • “Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba” serta “Surat Keterangan Sehat dan Bebas TBC” yang dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah setempat

Kedua surat keterangan ini harus dikeluarkan oleh rumah sakit pemerintah setempat. Sebelumnya, penulis meminta surat keterangan di atas ke bagian poli General Medical Check Up di RSU Syaiful Anwar, Malang, Jawa Timur. Prosedur check up meliputi tes urine, ambil sampel darah & rontgen paru-paru.

Apabila peserta sedang hamil saat akan melakukan tes, komunikasikan dengan perawat atau dokter. Mereka tidak akan melakukan rontgen paru-paru dan akan menggunakan sampel darah untuk melakukan tes TBC. Jangan lupa untuk minum air putih dan usahakan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan (terutama obat flu & pusing) sebelum melakukan check up karena dapat mempengaruhi hasil test lab.

Sekian informasi mengenai segala persyaratan dokumen untuk seleksi administratif beasiswa LPDP tahun 2017. Selalu cek kembali isi dokumen sebelum diupload ke dalam akun pendaftaran online LPDP supaya tidak ada satupun yang salah atau kurang. Persiapkan dirimu dan tingkatkan kemampuanmu untuk bisa lolos di tahap ini. Good luck!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *